Scarlett Johansson Soroti Standar Kecantikan Hollywood yang Tak Realistis
JAKARTA – Scarlett Johansson mengungkapkan bahwa standar kecantikan yang pernah berlaku di Hollywood pada awal kariernya terasa sangat tidak realistis. Aktris 41 tahun itu menilai industri film kini telah berubah dan memberi ruang lebih besar bagi para aktor untuk mengekspresikan diri sesuai gaya pribadi mereka.
Bintang Jurassic World Rebirth yang mulai dikenal sejak masih anak-anak itu mengatakan, tekanan untuk tampil sempurna jauh lebih besar sekitar dua dekade lalu dibandingkan saat ini. Dalam wawancara di serial Home in Five milik Good Housekeeping, Scarlett mengenang bagaimana para bintang film pada masa itu dituntut memenuhi standar penampilan tertentu.
“Sekarang para aktor bisa mengekspresikan gaya pribadi mereka di karpet merah jauh lebih bebas dibandingkan sebelumnya,” ujar Scarlett, dikutip Fashionvibe.id dari Female First, Jumat (7/8/2026).
Ia mengaku sempat merasakan tekanan besar untuk selalu tampil sesuai ekspektasi industri. “Saat saya masih muda, ada standar tertentu mengenai bagaimana seorang bintang film seharusnya terlihat. Standar itu tidak mungkin dicapai dan tidak memberi ruang bagi gaya pribadi seperti sekarang,” katanya.
Hollywood Kini Lebih Menerima Keaslian Diri
Scarlett menilai perubahan budaya di industri hiburan membuat para aktor dan aktris kini lebih nyaman tampil apa adanya di depan publik. Menurutnya, pemandangan artis mengenakan pakaian santai tanpa harus tampil sempurna kini sudah menjadi hal yang lumrah.
“Sekarang di bandara atau kereta, kita bisa melihat orang memakai plester jerawat, masker mata, atau apa pun yang membuat mereka merasa percaya diri,” katanya.
Aktris yang menjadi salah satu bintang film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa itu menilai perubahan tersebut memberikan kebebasan yang sebelumnya tidak dimiliki para artis.
Pernah Merasa Hanya Dinilai dari Daya Tarik Fisik
Scarlett juga kembali mengenang masa awal kariernya ketika ia sering mendapat tawaran peran yang menempatkannya sebagai simbol seks. Dalam wawancara sebelumnya dengan The Sunday Times, ia mengaku banyak karakter yang ditawarkan hanya berpusat pada daya tarik fisiknya.
“Saat saya masih muda, banyak peran yang ditawarkan kepada saya atau saya incar memiliki ambisi atau perkembangan karakter yang berputar pada daya tarik mereka sendiri, pandangan laki-laki atau cerita yang berpusat pada laki-laki,” katanya.
Seiring waktu, Scarlett memilih untuk tidak lagi menerima peran yang menurutnya tidak memberikan kepuasan sebagai seorang aktris. Ia lebih memilih menunggu kesempatan yang benar-benar sesuai dengan keinginannya.
“Saya hanya menunggu. Saya harus merasa nyaman dengan kenyataan bahwa semuanya mungkin membutuhkan waktu. Itu memang sulit ketika Anda masih menjadi aktor muda, tetapi saat itu saya belum memiliki anak,” tuturnya.
Kini, Scarlett Johansson yang telah menikah dengan komedian Colin Jost mengaku lebih percaya diri menentukan arah kariernya dan memilih proyek yang sesuai dengan nilai serta perkembangan dirinya sebagai seorang aktris.